Nahkoda Masih Hilang, WNA Korban Speed Boat Dievakuasi ke Pelabuhan Ampana

oleh -9 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Operasi pencarian korban speed boat yang hilang kontak di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, memasuki hari ketiga, Minggu (26/7/2026).

Di tengah upaya pencarian, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi sejumlah warga negara asing (WNA) yang selamat menuju Pelabuhan Ampana.

Para WNA sebelumnya ditemukan dalam kondisi selamat bersama penumpang lainnya oleh Tim SAR Gabungan pada Sabtu (25/7/2026). Mereka dievakuasi dari lokasi penemuan ke Sanctum Resort Tojo Una-Una sebelum selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Ampana menggunakan KN SAR Bhisma.

WNA yang dievakuasi berasal dari Republik Ceko, Belgia, Belanda, Jerman, dan Prancis. Setibanya di pelabuhan, mereka langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan penanganan awal dari petugas.

Sementara itu, operasi pencarian masih difokuskan terhadap satu korban yang belum ditemukan, yakni Ferdiansyah (29), nahkoda speed boat. Setelah sebelumnya 12 penumpang berhasil ditemukan selamat, Ferdiansyah hingga kini masih dalam pencarian.

Untuk mempercepat proses pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan RIB 03 Gorontalo melakukan penyisiran dari Dermaga Pantai Pohon Cinta menuju area yang diperkirakan menjadi lokasi korban.

SRU 2 menggunakan KN SAR Bhisma selain mengevakuasi WNA juga melakukan pencarian di sepanjang jalur pelayaran menuju Pelabuhan Ampana. Sementara SRU 3 menggunakan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort menyisir area pencarian seluas 206 nautical mile persegi.

Operasi ini melibatkan personel Pos SAR Marisa, KN SAR Bhisma, Polairud Marisa, Polres Pohuwato, Pos Lanal Marisa, serta Tim Sanctum Una-Una Dive Resort.

Proses pencarian masih terkendala kondisi laut yang kurang bersahabat. Berdasarkan informasi BMKG, tinggi gelombang di sekitar lokasi berkisar 1,25 hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin mencapai 15–20 knot.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, mengatakan seluruh personel dan alat utama terus dioptimalkan untuk menemukan korban yang masih hilang.

“Fokus operasi hari ini adalah menemukan satu korban yang masih dalam pencarian atas nama Ferdiansyah selaku nahkoda speed boat. Kami mengoptimalkan seluruh personel maupun alut yang tersedia dengan tetap mengutamakan keselamatan tim di lapangan. Kami berharap korban segera ditemukan sehingga operasi SAR dapat diselesaikan secepatnya,” ujar Heriyanto.

Heriyanto juga menegaskan bahwa Basarnas tidak pernah meminta sumbangan maupun membebankan biaya kepada korban ataupun keluarga korban selama pelaksanaan operasi SAR.

Hingga Minggu sore, penyebab pasti insiden hilangnya kontak speed boat tersebut masih dalam penyelidikan. Tim SAR Gabungan terus melanjutkan pencarian sambil berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *