PESONA SERLIGO 2026 Catat Lonjakan Transaksi, UMKM Raup Omzet Rp1,66 Miliar

oleh -35 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo dan Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (PESONA SERLIGO) 2026 yang dipadukan dengan Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII resmi ditutup pada Senin (22/6/2026). Selama empat hari penyelenggaraan, kegiatan ini mencatat pertumbuhan signifikan dari sisi jumlah pengunjung, nilai transaksi UMKM, hingga kerja sama pembiayaan syariah.

Tercatat sebanyak 27.306 orang mengunjungi kawasan kegiatan sepanjang 19–22 Juni 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 300 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang yang menggabungkan ekonomi syariah, UMKM, dan digitalisasi tersebut.

Tak hanya ramai dikunjungi, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Sebanyak 154 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pelaku Usaha Syariah (PUS) dari sektor fesyen, kerajinan, dan olahan pangan halal ambil bagian dalam pameran.

Selama penyelenggaraan, total transaksi penjualan produk UMKM dan usaha syariah mencapai Rp1.669.386.000, atau meningkat 41,7 persen dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

PESONA SERLIGO 2026 juga membuka peluang pasar dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Nilai business matching yang berhasil direalisasikan mencapai Rp3.695.500.000.

Dari jumlah tersebut, kerja sama pemasaran produk syariah antara satu agregator dengan empat UMKM dan pelaku usaha syariah mencapai Rp320 juta. Sementara kerja sama pembiayaan syariah antara tiga lembaga keuangan syariah dengan tujuh UMKM bernilai Rp3.375.500.000, yang difokuskan pada sektor olahan pangan dan kerajinan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi ekonomi syariah, pemberdayaan UMKM, dan digitalisasi mampu memberikan manfaat yang terukur bagi pelaku usaha.

“PESONA SERLIGO 2026 menunjukkan bahwa kolaborasi ekonomi syariah, UMKM, dan digitalisasi dapat menghasilkan dampak yang terukur. UMKM tidak hanya memperoleh ruang promosi, tetapi juga terhubung dengan pasar, pembiayaan, layanan halal, dan transaksi digital yang lebih luas,” ujar Bambang.

Selain mendorong pengembangan UMKM, kegiatan ini juga mendukung upaya pengendalian inflasi daerah melalui sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) lewat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga membantu menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat.

Selama empat hari pelaksanaan, masyarakat juga disuguhkan beragam agenda, mulai dari talkshow, perlombaan, pameran produk UMKM, hingga bedah buku bersama penulis nasional.

Pada acara penutupan, Bank Indonesia Provinsi Gorontalo turut meluncurkan program QRIS Jelajah Indonesia sebagai langkah memperluas penggunaan transaksi digital berbasis QRIS di berbagai sektor ekonomi masyarakat.

Meski rangkaian PESONA SERLIGO 2026 telah usai, aktivitas di kawasan Taman Budaya Limboto tetap berlanjut seiring pelaksanaan PENAS KTNA XVII. Pengunjung masih dapat menikmati sentra kuliner, pertunjukan seni budaya, serta layanan konsultasi yang disiapkan untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah dan percepatan transformasi digital di Provinsi Gorontalo.

Penutupan kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo selaku Ketua Pelaksana Harian KDEKS Provinsi Gorontalo, Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Gorontalo, unsur Forkopimda, serta berbagai mitra strategis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.