Andi Ilham Ajak Pelaku Usaha Bangun Ekonomi Gorontalo ‎

oleh -37 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo — Meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diwujudkan dalam kehidupan pribadi, tetapi juga perlu diterapkan dalam aktivitas ekonomi dan dunia usaha. Nilai siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah dinilai relevan menjadi fondasi bagi pelaku usaha dalam membangun perekonomian Gorontalo yang kuat, berintegritas, dan bermartabat.
‎
‎Pandangan tersebut disampaikan Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, Andi Ilham, S.E. Ia mengajak para pelaku usaha menjadikan empat sifat utama Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
‎
‎Menurut Andi Ilham, dunia usaha tidak hanya berbicara mengenai keuntungan. Di balik aktivitas ekonomi terdapat tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan konsumen, mitra usaha, pekerja, hingga masyarakat secara luas.
‎
‎“Pelaku usaha harus mampu menempatkan kejujuran dan amanah sebagai modal utama. Keuntungan penting, tetapi cara memperoleh keuntungan jauh lebih penting,” ujar Andi Ilham.
‎
‎Ia menjelaskan, siddiq atau kejujuran merupakan prinsip dasar yang harus melekat dalam setiap aktivitas bisnis. Kejujuran dalam kualitas produk, harga, pelayanan, maupun informasi kepada konsumen akan membangun kepercayaan yang menjadi modal jangka panjang sebuah usaha.
‎
‎Sementara amanah, menurutnya, berkaitan erat dengan tanggung jawab. Pelaku usaha harus mampu menjaga kepercayaan yang diberikan pelanggan, mitra, maupun masyarakat.
‎
‎“Ketika kepercayaan hilang, bisnis akan sulit bertahan. Karena itu, amanah bukan sekadar nilai agama, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi,” jelasnya.
‎
‎Selanjutnya, sifat tabligh dapat diterapkan melalui keterbukaan dan komunikasi yang baik. Pelaku usaha dituntut mampu menyampaikan informasi secara benar, terbuka, dan tidak menyesatkan konsumen.
‎
‎Sedangkan fathanah atau kecerdasan menjadi bekal penting menghadapi perubahan zaman. Pelaku usaha perlu terus belajar, berinovasi, memanfaatkan teknologi, membaca peluang pasar, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi.
‎
‎Andi Ilham menilai perpaduan keempat sifat tersebut dapat melahirkan ekosistem usaha yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga sehat dan berkeadaban.
‎
‎Dari Keuntungan Menuju Kebermanfaatan
‎
‎Ia juga mendorong pelaku usaha di Gorontalo untuk memperluas orientasi bisnis dari sekadar mengejar keuntungan menuju penciptaan manfaat yang lebih luas.
‎
‎Usaha yang berkembang, kata dia, idealnya mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, serta ikut memperkuat kemandirian daerah.
‎
‎“Ekonomi yang kuat bukan hanya ditandai oleh besarnya transaksi, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.
‎
‎Karena itu, ia berharap semakin banyak pelaku usaha yang mengembangkan bisnis dengan mengedepankan etika, kepedulian sosial, dan keberpihakan terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
‎
‎Menurutnya, Gorontalo memiliki potensi besar untuk membangun ekonomi berbasis masyarakat apabila pelaku usaha, pemerintah, ulama, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat dapat bergerak dalam satu arah.
‎
‎Integritas Jadi Daya Saing
‎
‎Di tengah persaingan bisnis yang semakin terbuka, Andi Ilham menilai integritas justru dapat menjadi salah satu keunggulan kompetitif.
‎
‎Bisnis yang dibangun dengan kejujuran, pelayanan yang baik, inovasi, dan tanggung jawab akan lebih mudah memperoleh kepercayaan dan memiliki peluang bertahan dalam jangka panjang.
‎
‎“Jangan melihat nilai-nilai agama sebagai sesuatu yang terpisah dari aktivitas ekonomi. Justru nilai-nilai tersebut dapat menjadi kompas agar kegiatan usaha tetap berada pada jalur yang benar,” ungkapnya.
‎
‎Ia pun mengajak generasi muda Gorontalo yang mulai terjun ke dunia kewirausahaan agar tidak takut berinovasi, namun tetap menjadikan etika sebagai batas dalam setiap langkah bisnis.
‎
‎Dengan demikian, perkembangan ekonomi daerah tidak hanya menghasilkan pertumbuhan angka, tetapi juga melahirkan pelaku usaha yang memiliki karakter kuat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
‎
‎Andi Ilham berharap semangat meneladani Rasulullah SAW dapat diterjemahkan dalam kehidupan ekonomi sehari-hari sehingga tumbuh budaya usaha yang jujur, terpercaya, komunikatif, cerdas, inovatif, dan berorientasi pada kemaslahatan.
‎
‎“Kalau empat sifat Nabi ini benar-benar diterapkan dalam dunia usaha, kita tidak hanya membangun bisnis yang maju, tetapi juga membangun ekonomi Gorontalo yang bermartabat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *