Latte Art Competition HARFEST 2026, Barista Gorontalo Ditantang Eksekusi Pattern Sulit

oleh -24 Dilihat
Juri saat menilai salah satu kompetitor membuat latte art. Foto/ Indo24jam.id

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Latte Art Competition menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026 yang berlangsung di Gorontalo Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo.

Kompetisi ini tidak sekadar menguji kemampuan barista dalam menyajikan secangkir kopi, tetapi lebih khusus menilai kreativitas dan ketepatan dalam membentuk pola atau pattern di atas permukaan kopi menggunakan hasil frothing susu.

Salah satu juri Latte Art Competition, Andri Mahardika, mengatakan kompetisi tersebut diawali dengan babak throw down yang diikuti 32 peserta.

Dari puluhan peserta tersebut, kemudian disaring menjadi empat barista terbaik untuk bertanding di babak final.

“Yang dikompetisikan adalah bagaimana barista atau latte artist membentuk art di atas kopi dengan frothing-an susu,” ujar Andri, Sabtu (12/9/2026)

Dalam kompetisi tersebut, peserta membawa satu pattern yang telah mereka persiapkan. Sementara panitia juga memberikan satu pattern yang harus dieksekusi peserta dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Menurut Andri, kemampuan para peserta justru berada di luar ekspektasi. Barista dari Gorontalo dan daerah sekitarnya dinilai mampu mengeksekusi pola yang diberikan dengan baik.

Menariknya, kompetisi ini tidak menilai cita rasa kopi.
“Di sini adalah art. Art di kopi itu adalah daya tarik tersendiri supaya orang mau minum kopi,” jelasnya.

Kompetisi ini juga diikuti barista dari sejumlah daerah di luar Gorontalo, termasuk Sulawesi Utara. Pada babak final, dua peserta berasal dari Gorontalo dan dua lainnya berasal dari luar Gorontalo.

Untuk sistem penilaian, juri mengacu pada aturan dan regulasi World Latte Art Championship. Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir karya, tetapi juga memperhatikan proses pembuatannya.

Namun, menurut Andri, seluruh peserta yang berhasil melaju ke babak final telah memiliki kemampuan sebagai barista profesional. Karena itu, aspek teknik pembuatan dinilai sudah memenuhi standar.
Sementara pada aspek art, terdapat banyak variabel yang menjadi pertimbangan juri dalam memberikan skor.

“Rules dan regulation-nya mengikuti standar di sana, dan standar penilaiannya juga mengikuti,” katanya.

Andri mengatakan, penerapan standar tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan barista daerah agar mampu mengikuti kompetisi pada level yang lebih tinggi.

Ia berharap kompetisi seperti ini dapat menjadi ruang bagi barista Gorontalo untuk mengasah kemampuan dan membuka peluang berkompetisi di tingkat nasional hingga internasional.

Latte Art Competition HARFEST 2026 sendiri dinilai menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pelaku kopi dari Gorontalo dengan barista dari daerah lain.

Selain Andri Mahardika yang berasal dari Yogyakarta dan merupakan National Certified Judge, kompetisi tersebut juga menghadirkan Eci Mahardika dari Yogyakarta yang memiliki sertifikasi serupa.

Sementara satu juri lainnya, Audi, berasal dari Manado. Ia merupakan kompetitor yang telah cukup lama berkecimpung dalam dunia latte art.

Melalui kompetisi tersebut, HARFEST 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan kerajinan, tetapi juga memperlihatkan perkembangan industri kopi dan talenta barista di Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.