HARFEST 2026 Catat Transaksi Rp5,66 Miliar, UMKM Gorontalo Makin Tumbuh

oleh -46 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi karya seni dan produk kreatif lokal. Festival yang berlangsung selama tiga hari itu juga menjadi ruang pertemuan pelaku UMKM Gorontalo dengan konsumen, perbankan hingga calon mitra usaha.

Sepanjang pelaksanaan HARFEST 2026, total transaksi tercatat mencapai sekitar Rp5,66 miliar, dengan melibatkan sekitar 450 UMKM. Pelaku usaha yang terlibat tidak hanya berasal dari sektor kerajinan dan wastra, tetapi juga kuliner hingga street food di sepanjang Jalan Andalas.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa festival dapat menjadi salah satu ruang untuk memperluas aktivitas ekonomi UMKM.

Menurutnya, dampak HARFEST tidak semata diukur dari transaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung. Lebih jauh, pertemuan antara UMKM dengan lembaga pembiayaan serta buyer diharapkan dapat membuka peluang usaha setelah festival berakhir.

Dalam rangkaian business matching, tercatat sekitar Rp2,91 miliar komitmen pembiayaan bersama perbankan. Sementara transaksi penjualan antara UMKM dengan buyer dan mitra usaha mencapai sekitar Rp820 juta.

“Capaian ini membuka ruang kolaborasi lanjutan dan pengembangan pasar UMKM ke depan,” kata Bambang.

Dari sisi kunjungan, HARFEST 2026 juga mencatat peningkatan. Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 13.200 orang, atau meningkat sekitar 38,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Besarnya jumlah pengunjung memberikan ruang lebih luas bagi UMKM untuk berinteraksi langsung dengan konsumen sekaligus memperkenalkan produk mereka.

Namun, Bambang menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan memperbanyak kegiatan promosi. Akses terhadap pembiayaan, pasar dan kemampuan mengembangkan produk menjadi bagian penting agar UMKM dapat tumbuh lebih kuat.

HARFEST 2026 juga mempertemukan sektor ekonomi kreatif dengan budaya dan pariwisata melalui Gorontalo Karnaval Karawo (GKK). Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa Karawo, produk kreatif, UMKM dan pariwisata dapat dikembangkan dalam satu ekosistem ekonomi.

Di sisi lain, upaya menjaga keberlanjutan budaya dilakukan melalui Mo Karawo Kolosal yang melibatkan ratusan pelajar. Kegiatan itu menjadi sarana mengenalkan proses menyulam Karawo kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya Gorontalo.

Festival juga diisi berbagai kompetisi dan seminar nasional yang mendorong kreativitas serta inovasi generasi muda dan pelaku usaha.

Bagi Bambang, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja sama, pengembangan produk dan perluasan pasar.

Dengan capaian transaksi, pembiayaan dan business matching tersebut, HARFEST 2026 menunjukkan bahwa festival ekonomi kreatif dapat menjadi lebih dari sekadar ajang pameran. Ia menjadi titik temu antara UMKM, konsumen, perbankan, buyer, pemerintah dan berbagai mitra strategis untuk mendorong ekonomi Gorontalo yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.