Tenukala Diperkenalkan di HARFEST 2026, Wastra Gorontalo Makin Beragam

oleh -69 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Upaya memperkaya kekayaan wastra Gorontalo terus dilakukan. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Gorontalo memperkenalkan Tenukala, sebuah inovasi wastra yang menggabungkan sejumlah unsur khas daerah.

Tenukala diperkenalkan dalam Seminar Nasional Wastra Nusantara yang menjadi salah satu agenda Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo, Jumat (11/9/2026).

Inovasi ini hadir untuk menambah pilihan wastra khas Gorontalo yang selama ini identik dengan sulaman Karawo. Tenukala dikembangkan sebagai produk baru yang tetap mengangkat kekuatan budaya lokal.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, menjelaskan bahwa pengembangan wastra Gorontalo kini mulai diarahkan tidak hanya pada Karawo, tetapi juga pada pengembangan kain tenun yang dikombinasikan dengan unsur khas daerah.

“Kalau selama ini kita hanya mengenal Karawo sebagai wastra Gorontalo, saat ini kita mulai mengenalkan tenun Gorontalo yang dipadukan dengan Karawo,” ujar Bambang dalam sambutannya pada pembukaan Festival Kuliner HARFEST 2026.

Menurut Bambang, nama Tenukala merepresentasikan perpaduan antara kain tenun, sulaman Karawo, serta leaf art atau seni lukis pada kain dengan memanfaatkan unsur daun.

Konsep tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas baru dalam pengembangan wastra daerah. Selain memperkuat karakter budaya, inovasi ini juga dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi produk yang dihasilkan para pelaku ekonomi kreatif.

“Ini adalah satu bentuk inovasi yang terus bergulir untuk menambah nilai dari Karawo yang selama ini kita kenal,” katanya.

Bambang menekankan, kehadiran Tenukala tidak dimaksudkan untuk menggantikan Karawo sebagai salah satu identitas utama wastra Gorontalo. Pengembangannya justru diarahkan untuk memperluas ragam produk wastra berbasis potensi lokal.

“Ke depan Gorontalo tidak hanya dikenal dengan Karawonya. Namun ke depan Gorontalo juga punya tenun yang akan dipadukan dengan sulaman Karawo,” ujarnya.

Melalui HARFEST 2026, BI bersama pemerintah daerah dan pelaku ekonomi kreatif terus mendorong agar kekayaan budaya tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pengenalan Tenukala sekaligus memperlihatkan arah pengembangan ekonomi kreatif Gorontalo yang semakin beragam. Selain wastra, HARFEST 2026 turut mengangkat potensi kuliner, kopi, serta berbagai produk UMKM daerah.

Bambang berharap inovasi Tenukala dapat terus dikembangkan dan menemukan pasar yang lebih luas. Dengan semakin banyaknya pilihan produk, wastra Gorontalo diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk dikenal di luar daerah.

HARFEST 2026 digelar selama tiga hari, 11-13 September 2026, di GPCC Kota Gorontalo. Festival tersebut melibatkan pelaku UMKM dan berbagai sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya memperkuat potensi ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.